Setiap hari ribuan orang melintas di atasnya. Sebagian terburu-buru menuju kerja, sebagian lagi sekadar menikmati angin Sungai Musi yang mengalir deras di bawahnya. Jembatan Ampera bukan hanya penghubung dua sisi kota—ia adalah napas Palembang itu sendiri.
Sejarah yang Terpatri
Dibangun antara tahun 1962 hingga 1965, Ampera hadir sebagai simbol kemerdekaan dan modernitas.





